This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, February 7, 2011

Mengenal Definisi Wi-Fi

A. Pengertian Wi-Fi

Wi-Fi=Wireless Fidelity, Wire= kabel, less=tanpa. Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Jaringan tanpa kabel atau wireless networking merupakan cara yang cepat, mudah untuk membangun jaringan, juga merupakan alternatifpaling ekonomis daripada membangun jaringan menggunakan kabel. Dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung yang jaraknya sampai beberapa kilometer.

Standar saat ini yang banyak digunakan untuk membangun jaringan tanpa kabel :
Keterangan :
1. Standar 802.11a memiliki keunggulan koneksi yang cepat dan jangkauan lebih jauh, tapi lebih mahal (perangkat dan frekuensi mahal) dibandingkan dengan frekuensi 2,4GHz.
2. Standar 802.11b merupakan sistem pertama yang hadir di pasaran yang cocok untuk kebutuhan internal (wireless home networking) dan penggunaan antar bangunan.
3. Standar 802.11g merupakan standar 2,4GHz terbaru banyak memberikan fungsi yang sama dengan standar 802.11b tetapi dengan transfer data yang lebih tinggi.
4. Standar 802.11n adalah standar komunikasi Wi-Fi terbaru yang super cepat, dengan kecepatan akses 100Mb/s.
Jaringan tanpa kabel ini sedikit mempunyai kelemahan, yaitu tidak bolehnya ada penghalang, seperti gedung, pohon, bahkan burung yang terbang pun bisa bisa mengganggu karena menghalangi sinyal.
Juga perlu diperhatikan pemancar dan penangkap sinyal harus saling berhadapan. Istilah asingnya Line of Sight (pandangan lurus atau mata bertemu mata). Jika ada penghalang, maka secara otomatis sinyal akan terganggu dan transfer data menjadi kacau bahkan koneksi terputus.


B. Perangkat Wi-Fi

1. Access Point/Penerus Sinyal
Access Point atau sering disebut dengan AP, sebenarnya mempunyai kesamaan fungsi dengan hub dan switch. Atau bisa menyebutnya dengan station pemancar daripada penerus sinyal. Access point merupakan tipe spesial dari wireless station yang menerima transmisi radio dari station radio lainnya di jaringan wireless dan meneruskan sinyal-sinyal tersebut ke jaringan terakhir.
Access Point bisa merupakan sebuah perangkat yang berdiri sendiri atau sebuah komputer yang berisikan sebuah adapter jaringan wireless yang berhubungan dengan special access point management software.

2. Penerima Sinyal
Berikut ini merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk menerima sinyal Wi-Fi yang disebarluaskan oleh AP (Access Point).
a. PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) Wi-Fi Card, yang biasa digunakan untuk laptop model terdahulu.
b. Express Card Wi-Fi, Wi-Fi card yang juga digunakan oleh Laptop, tetapi untuk model-model alptop terbaru yang memilki slot Express Card.
c. PCI WLAN Card, digunakan untuk PC (personal computer) yang tidak bisa dibwa kemana-mana, hanya dipasang pada slot motherboard. Saat ini, penggunaannya masih umum karena harganya yang cukup murah.
d. PCI-Express WLAN Card, digunakan pada PC yang memiliki slot PCI-Express 1x. SAma halnya dengan PCI WLAN Card, benda ini tidak bisa dibawa kemana-mana karena hanya dipasang di slot motherboard.
e. USB Wi-Fi, bisa digunakan untuk laptop atau PC yang ada port USB-nya. Biasanya harganya lebih murah dan mudah dibawa kemana-mana karena ukurannya yang simpel.
f. CF (Compact Flash), digunakan untuk PDA (Personal Digital Assistant).


C. Mode Akses Koneksi Wi-fi

1. Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point
2. Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).
Share:

Desktop Environment Linux

1. GNOME (GNU Network Object Model Environment)

Sebuah lingkungan desktop (desktop environment) grafis antarmuka yang berjalan di atas sistem operasi komputer, terutama Linux dan termasuk dalam open source. GNOME diciptakan oleh dua programmer asal Meksiko, Miguel de Icaza dan Federico Mena.

GNOME adalah bagian dari proyek GNU dan dapat digunakan oleh sistem yang berbasis Unix, terutama yang dibangun di atas kernel Linux dan GNU, dan sebagai bagian dari Java Desktop System pada Solaris.

GNOME 1

GNOME 2.6

GNOME 2.20

GNOME 2.28

GNOME 3.0 Shell (rilis September 2010)


2. KDE (K Desktop Environment)

KDE dibuat pada tahun 1996 oleh Matthias Ettrich, yang waktu itu merupakan mahasiswa di Universitas Eberhard Karls Tübingen. Pada waktu itu, ia merasa terganggu oleh aspek-aspek tertentu dari desktop Unix. Di antara keraguan adalah bahwa tidak ada aplikasi yang tampak dan terasa oleh pengguna. Ia mengusulkan pembentukan sebuah lingkungan desktop, di mana pengguna dapat mengharapkan hal-hal untuk melihat, merasakan, dan bekerja secara konsisten dalam OS. Dia juga ingin membuat desktop ini mudah digunakan; salah satu keluhan dengan aplikasi desktop pada waktu itu bahwa pacarnya tidak bisa menggunakannya.

KDE 1.0

KDE 2.0

KDE 3.0

KDE 4.0


3. Xfce

Olivier Fourdan memulai proyek pada tahun 1996. Nama "Xfce" awalnya berdiri untuk "XForms Common Environment", tetapi sejak saat itu Xfce telah ditulis ulang dua kali dan tidak lagi menggunakan XForms toolkit. Nama dari proyek ini tetap sama, tetapi tidak lagi dikapitalisasi sebagai "XFce", tetapi lebih sebagai "Xfce", yang tidak ada lagi inisial singkatan dari Xfce.

Xfce 1

Xfce 2

Xfce 3

Xfce 4
Share:

Mengatasi Troubleshoot Pada Hardware

Masalah dengan komponen Hardware perlu penanganan yang serius karena sulit dilokalisir dan disingkirkan tanpa tools yang tepat, keahlian dan pengalaman yang menunjang. Penjelasan akan berkisar pada masalah yang sering terjadi disertai dengan cara mengatasinya.


A. Masalah Pada Power Supply

1. Gejala : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (LED) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.

>> Solusi : Power supply mudah rusak, karena tidak menggunakan stabilizer.Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakang Power Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.
2. Gejala : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (LED) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor menyala.
>> Solusi : Lakukan seperti langkah diatas, tetapi jika masih belum ada respon berati masalah ada pada Power Supply, Silahkan anda ganti PS nya, disarankan sebaiknya ganti saja Power Supply yang rusak dengan yang baru, dan hati-hatilah dalam pemasangannya.


B. Masalah pada Motherboard

1. Gejala : Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (LED) di panel depan menyala, LED monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
>> Solusi : Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboard/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup casing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya, jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Motherboard (VGA Card, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada casing hanya Motherboard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.

Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Motherboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.


C. Masalah Pada Harddisk

1. Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failure”, setelah itu muncul pesan "press F1 to continue" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".
>> Solusi : Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.
2. Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".
>> Solusi : Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ulang atau jika OS anda menggunakan Windows 2000/XP ada fasilitas Repair-nya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas.
3. Gejala : BIOS tidak mengenali hard disk, tetapi motor hard disk berputar.
>> Solusi : Setting jumper yang salah dan kabel IDE tidak terpasang dengan benar menyebabkan hal seperti itu. Jika menggunakan beberapa hard disk, hard disk yang terdapat OS harus dipilih sebagai Master dan dilakukan degan perantaraan jumper. Cara mengatur jumper yang benar biasanya tercantum pada stiker di badan hard disk. Bila BIOS masih belum mengenali hard disk, periksa apakah semua koneksi IDE telah terpasang dengan benar atau tidak.
4. Gejala : Harddisk bad sector?
>> Solusi : Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shut down, dan pemakaian yang terlalu lama. Ada 2 jenis bad sector yaitu secara physical damage dan logical damage.
- Umumnya, pengguna end-user hanya bisa mengatasi masalah hilangnya data secara tidak sengaja yang disebabkan oleh file system (logical damage). Kerusakan ini cenderung ringan. Biasanya hal ini disebabkan kegagalan penulisan file system secara lengkap, masalah suplai listrik yang terganggu. File system bisa menjadi tidak stabil dan berada dalam kondisi yang tidak seharusnya. Hasilnya adalah kekacauan dalam proses penyimpanan file. Biasanya, kasus ini dapat diatasi dengan menggunakan software data recovery yang tepat, misalnya GetDataBack dan Ontrack Easy Recovery.
- Untuk kasus yang lebih berat (physical damage), seperti motor hard disk yang tidak berfungsi, PCB terbakar, piringan hard disk menghitam atau kasus lainnya yang merusak hard disk secara fisik, tampaknya dibutuhkan jasa data recovery profesional.

5. Gejala : Hard disk kadang-kadang berhenti berfungsi dan menimbulkan bunyi ‘klak-klak’. Setelah masuk ke Windows, sering muncul tampilan laporan Blue Screen.
>> Solusi : Masalah ini terjadi karena usia hard disk yang sudah lewat, cacat fisik serius. Segeralah back up hard disk dan beli sebuah hard disk pengganti. Dengan menggunakan freeware ‘NTFS4DOS’ anda dapat mereparasi partisi secara darurat dan menyelamatkan data yang ada.


D. Mengatasi Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW

1. Gejala : Jenis kerusakan yang biasa ditemui adalah :
- Tidak terdeteksi di Windows (OS).
- Tidak bisa keluar masuk CD.
- Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
>> Solusi :
a. Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD, perikas di setup BIOS apakah sudah dideteksi? Sebaiknya diset auto. Periksa apakah LED menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
b. Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
c. Kerusakan biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara mengeset ulang optik tersebut.
d. Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cottonbud


E. Masalah BIOS

1. Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
>> Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya. Disana tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus. Untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki fasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen. Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik posisinya.

2. Gejala : CPU mengeluarkan serangkaian suara Beep beberapa kali di speakernya dan BIOS tidak dapat ditampilkan, padahal monitor tidak bermasalah.
>> Solusi : Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS. Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC. Biasanya kesalahan pada Memory yang tidak terdeteksi, VGA Card yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya. Silahkan anda periksa masalah tersebut.

Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama, tergantung dari jenis BIOS nya.

a. AMI BIOS
- Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak
- Beep 6x : Kesalahan Gate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya
sendiri
- Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau rusak
- Beep 11x : Checksum Error, periksa Baterai BIOS, dan ganti dengan yang baru.
b. AWARD BIOS
- Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak
- Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), periksa bisa juga
pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk)
- Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang.
- Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.


F. Baterai CMOS Rusak / Lemah

1. Gejala : Muncul pesan CMOS Checksum Failure / Baterai Low, diakibatkan tegangnya yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan baterai lemah, sehingga setting-an BIOS kembali ke Default-nya/seting-an standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
>> Solusi : Segera Ganti Baterai CMOS-nya.


G. Mengatasi Lambannya Kinerja Komputer

1. Gejala : Komputer sering tampil blue screen.
>> Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan System Windows ada yang rusak, bisa dari Memory, bisa dari hard disk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan. Repair kembali Windows-nya dan lebih baik ganti komponen yang disebutkan tadi.
2. Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat.
>> Solusi : Penyebab komputer prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hard disk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk bad sector. Sebaiknya uninstall program/software yang sudah tak terlalu digunakan kembali.
3. Gejala : Komputernya mati, tidak mau menyala sama sekali atau kadang hanya sampai tampilan awal kemudian berhenti / hang.
>> Solusi : Komputer yang mati/hang sebelum masuk ke sistem operasi penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya :
a. Cek kabel, mulai dari kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel Power ke Monitor, kabel
Monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke Komputer. Pastikan pemasangannya telah sesuai
dan kencang, serta arus listriknya ada dan cukup.
b. Jika terdapat CD-ROM / DVD-ROM dan bisa dibuka/tutup, maka kemungkinan
permasalahan ada di komputer (CPU), mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard
atau motherboard itu sendiri, cek pemasangan kabelnya.
c. Jika dua langkah diatas sudah dicek, dan masih belum menyala, matikan komputer dan Reset
BIOS di Motherboard. Caranya bisa dilihat di buku panduan motherboard, dan cari menu
Reset BIOS. Biasanya untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada
3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset, tinggal
melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2
sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepas dan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan
sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula.
d. Jika BIOS telah di reset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada di
motherboard. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembali dan nyalakan komputer.
Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru.
Apalagi jika jam di komputer sering tidak cocok.
e. Jika kipas Processor / VGA berputar, tetapi komputer masih belum menyala, maka
kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS motherboard atau Motherboard memang
sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di Update, tetapi sebelum update, komputer harus bisa
menyala (masuk BIOS) terlebih dahulu. Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel Hard disk,
CD-ROM, Floppy. Kemudian, lepas Memori komputer (RAM) dan ganti di slot yang lain atau
gunakan memori komputer lain. Hal ini mungkin harus diulangi sampai beberapa kali, hingga
ada tanda-tanda kehidupan.
f. Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hard disk berputar dan lampu LED CPU berkedip-kedip
tetapi monitor tidak ada tampilannya, maka kumungkinan VGA (Kartu Grafis) komputer yang
bermasalah. Coba ganti dengan VGA lain atau cek VGA tersebut di komputer lain (Hal ini jika
VGA tidak jadi satu dengan motherboard).
g. Jika dengan semua langkah diatas, komputer juga belum menyala, mungkin komputer perlu
di service orang yang lebih ahli. Untuk mengetahui lebih detail permasalahan motherboard
atau ingin menjadi teknisi, sebaiknya membeli sebuah alat khusus yang disebut PC Analyzer,
yang memang dirancang untuk mengetahui kerusakan motherboard. Silahkan berbagi
pengalaman anda mengenai komputer yang tiba-tiba mati dan tidak mau menyala.

Sebenarnya, troubleshoot hardware itu cukup banyak sekali. Tidak hanya dari komponen utama komputer saja, tetapi hardware lain seperti monitor, printer dan lain-lain. Dilihat dari keseluruhan, sebenarnya secara praktek kita bisa mengatasi troubleshoot hardware ini dengan mudah, tetapi ini harus memiliki pengetahuan hardware, karena semua hal ini berhubungan dengan membongkar komputer juga. Faktor-faktor Troubleshoot ini terjadi karena pasokan listrik yang buruk, pengguna yang cenderung tidak memperhatikan pemakaian komputer, dan lamanya usia suatu hardware, sehingga muncul ketidakstabilan antara hardware satu dengan yang lainnya. Jika tidak bisa, maka cara lainnya dengan memanggil jasa servis komputer.
Share:

Troubleshooting Jaringan secara Sederhana

A. Troubleshooting pada OS
Dalam menggunakan jaringan komputer seringkali user menemukan permasalahan-permasalahan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyamanan pada user. Berikut beberapa tips dalam troubleshooting jaringan pada sistem operasi Windows XP.

1. Status Jaringan“ Connected” Namun Tidak Dapat Terhubung Ke Internet
Status yang tampil menunjukkan bahwa komputer kita telah terhubung dengan jaringan lokal. Meski demikian, komputer kita tidak dapat terhubung ke internet. Langkah yang dapat diambil

a) Jalankan Web Browser Anda, dan cobalah untuk mengunjungi beberapa website, misalnya
coba kunjungi http://detik.com. Jika dapat membuka satu website dan tidak dapat membuka
website lain berarti jaringan komputer Anda baik-baik saja, dan kemungkinan masalah
terletak pada ISP. Jika sama sekali tidak bisa terhubung, coba langkah berikutnya. Coba
untuk melepaskan sambungan modem ke line telepon, dan tunggu beberapa saat lalu pasang
lagi, dan coba lagi untuk mengunjungi website.
b) Jika Anda terhubung dengan media wireless, cobalah untuk melepas kabel WAN pada Access
Point, tunggu bebera saat dan sambungkan kembali dan coba lagi untuk mengunjungi website.
c) Cobalah untuk merestart komputer.
d) Jika tetap belum terhubung juga, cobalah untuk menghubungi pihak ISP untuk meminta
bantuan.

2. Status NIC atau Wireless: Disabled

Jika hal ini yang terjadi, coba untuk masuk ke Control Panel > Network Connection > Pilih device NIC/Wireless yang akan diaktifkan > Klik kanan dan pilih Enable.

3. Limited or No Connectivity Status
Langkah yang dapat diambil :
a) Klik kanan pada icon network adapter dan pilih repair. Coba perhatikan apakah icon tersebut
sudah berubah menjadi connected ? Jika sudah berarti komputer Anda sudah dapat
terhubung ke jaringan.
b) Buka property TCP/IP dan pastikan bahwa konfigurasi TCP/IP adalah obtain IP Address
Automatically.
c) Cobalah untuk restart komputer Anda.

4. Network Cable Unplugged

a) Coba periksa apakah kabel jaringan Anda telah terpasang pada port NIC, jika belum
pasangkan kembali
b) Jika kabel jaringan sudah terpasang namun tetap tidak terhubung, cobalah untuk mengganti
port lain pada switch.
c) Jika masih belum bisa, cobalah untuk mengganti kabel jaringan. Siapa tahu, kabel jaringan
sudah rusak.
d) Jika tetap belum bisa, kemungkinan kerusakan terdapat pada Network Adapter, cobalah
menggantinya dengan Network Adapter lain.


5. Wireless Connection Not Connected

a) Periksalah status perangkat wireless Anda pada Windows, pastikan dalam keadaan aktif.
b) Cobalah untuk melakukan pencarian sinyal pada hotspot area.

B. Troubleshooting DHCP

Layanan DHCP sangat vital dalam suatu jaringan komputer, kemampuan melakukan Troubleshooting DHCP tidak kalah pentingnya juga untuk Administrator Jaringan.

Dalam suatu infrastruktur jaringan komputer dalam suatu organisasi, salah satu komponen penting pendukungnya adalah DHCP server. Untuk itu, adalah sangat penting buat administrator jaringan untuk bisa melakukan troubleshooting DHCP server terhadap segala bentuk masalah yang berhubungan dengan DHCP server, baik masalah yang timbul akibat kesalahan konfigurasi dan instalasi DHCP, sampai masalah kecil yang menimpa sebuah computer yang tidak bisa menerima IP address dari DHCP server ini.

1. Verifikasikan konfigurasi client
Salah satu indikasi kegagalan suatu DHCP adalah jika sebuah komputer / client kehilangan koneksi terjadap resource-2 jaringan ataupun jika sebuah client komputer tidak bisa mendapatkan koneksi ke jaringan kali pertama. Pilihan kita adalah memastikan apakah ini berasal dari DHCP server, dari client itu sendiri, atau dari sumber lainnya.

Salah satu cara memulai troubleshooting DHCP adalah dari client untuk memastikan bahwa client menerima IP address dari DHCP server. Anda bisa lakukan command line “ipconfig /all” dari prompt DOS c:\> (kalau dari Windows tekan tombol Windows dan R bersamaan, terus ketik CMD dan tekan Enter). Bisa diperhatikan output dari “ipconfig /all” ini menunjukkan adanya DHCP enabled = YES. Ini berarti konfigurasi TCP/IP telah dikonfigure untuk menerima IP address secara automatis, dan jika DHCP server tersedia maka client tersebut harusnya sudah bisa menerima konfigurasi IP address dari DHCP server.
Atau bisa di klik gambar komputer di pojok kanan bawah dan pilih tab Support, bisa diperhatikan jika sebuah komputer bisa menerima konfigurasi dari DHCP server maka Connection status adalah “Address Type” = “Assigned by DHCP” (lihat gambar).

2. Troubleshooting DHCP server
Jika komputer masih juga belum connect, bisa di klik tombol “Repair”. Atau jika anda pertama kali melihat tanda segitiga kuning yang menandakan tidak menerima konfigurasi dari DHCP server, coba klik tanda “Repair” ini.

Ada 6 langkah yang dilakukan oleh Windows saat melakukan proses “Repair” yaitu sebagai berikut :
1) Melakukan pesan DHCP request untuk melakukan pembaharuan leasing IP address. Hal ini
mirip dengan kalau melakukan command “ipconfig /renew”
2) Menghapus cache ARP, langkah ini sama dengan kalau kita mengetikkan command “arp –d *”
3) Menghapus cache NETBIOS, yang sama dengan kalau kita melakukan “nbtstat –R” pada
command prompt
4) Menhapus cache DNS, yang sama dengan command prompt “ipconfig /flushdns”
5) Melakukan register ulang NetBIOS name dan IP address dengan WINS server. langkah ini
sama dengan command prompt “nbtstat –RR”
6) Register ulang computer name dan IP address dari client computer kepada DNS server dan
sama dengan command prompt “ipconfig /registerdns”

Jika client sudah bisa menerima IP address yang sesuai dengan jaringan dan tidak ada pesan Warning adanya IP conflict, maka bisa dianggap client tidak ada masalah dengan adanya IP address.

3. Kegagalan mendapatkan IP dari DHCP server
Jika anda mendapati output dari “ipconfig /all” menunjukkan adanya IP address, misalnya dari Server1 (169.254.0.1 sampai 169.254.255.254), atau dari alternate configuration, pertama kali lakukan “ipconfig /renew” atau klik “repair”. Jika hasilnya masih sama, hal ini menunjukkan adanya :
a) Tidak adanya DHCP server / DHCP relay agent pada range broadcast.
b) Putusnya koneksi DHCP server.
c) DHCP server scope bermasalah.

Bagaimana anda bisa memastikan adanya DHCP server pada broadcast range ? Karena IP clients didapat dari IP address Server1, maka anda tidak bisa melakukan ping ke DHCP server karena beda jaringan. Server1 pada range 169.254.0.0 – 169.254.254.254 dengan subnet mask 255.255.0.0. maka untuk itu anda harus memberikan IP address statis kepada client computer yang bermasalah ini dengan IP pada range address yang sama dengan DHCP server.

Jika IP address statis sudah di-configure, maka anda bisa melakukan ping ke server DHCP. Jika anda tidak mengetahui IP address DHCP server maka pada command prompt ketikkan “netsh dhcp show”. Jika hasil ping ke DHCP server berhasil – berarti koneksi ke DHCP server tidak bermasalah. Jika sudah bisa dipastikan bahwa kedua point 1 dan 2 tidak ada masalah, maka kecurigaan bisa karena adanya konfigurasi scope IP address DHCP server.

Jika semua clients tidak mendapatkan IP addres, pastikan terlebih dahulu bahwa:
a) DHCP server instalasinya sempurna
b) Konfigurasi DHCP server juga sempurna
c) Authorized juga berhasil, harus dari user Enterprise admin atau member Enterprise pada active directory domain anda.

Untuk memastikan scope IP address tidak bermasalah, maka pastikan bahwa scope active dan tidak habis semuanya dipakai oleh clients. Anda bisa melakukan yang berikut :
a) Re-authorized ulang bila perlu.
b) Deactivate scope kemudian activekan lagi.
c) Jika scope cepat habis, kurangi durasi lama sewa (lease time). Hal ini akan mempercepat
pelepasan IP yang dipinjam clients (terutama yang tidak aktif).
d) Pada client jika gagal, selain memastikan koneksi ke DHCP OK, pastikan juga port UDP 67 dan
UDP 68 tidak di block.


C. Tool/Perintah Troubleshooting Jaringan

Berikut ini 5 tool standar yang biasa di pakai untuk troubleshooting yaitu :

1. Ping
Ping digunakan untuk melakukan pengecekan konektivitas jaringan.
Format perintah ping : ping nama_host/ip_address option
Contoh : ping www.indowebster.com >> melakukan ping ke www.indowebster.com dengan IP 119.110.76.19.
2. Traceroute
Traceroute digunakan untuk melakukan pengecekan atau menelusuri jalur jaringan.
Contoh kasus : Kita coba melakukan ping ke www.yahoo.com dan hasilnya ternyata request time out. Untuk melakukan pengecekan sumber putusnya ada di kita atau provider, maka kita lakukan traceroute untuk mengetahui letak putusnya.
Contoh : traceroute www.yahoo.com

3. Netstat
Netstat digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap koneksi yang terjadi dan juga port yang terbuka serta juga bisa digunakan untuk melihat routing table. Jadi dengan netstat, kita bisa tahu komputer yang kita pakai atau server yang kita setting itu koneksinya berada di mana dan apa saja port yang terbuka.
Contoh : netstat -an >> untuk melihat koneksi berada di manakah.
netstat -tpnl >> untuk melihat port TCP yang terbuka.

4. Telnet
Telnet digunakan untuk mengecek apakah port itu dapat diakses dari client atau tidak. Jadi kalau kita sudah setting mail server maka kita bisa test apakah client bisa mengakses port 25(SMTP) dan 110(POP3) maka kita gunakan telnet.
Contoh : telnet ip_mail_server 25 >> untuk mengecek smtp.
telnet ip_mail_server 110 >> untuk mengecek pop3.

5. Tcpdump
Tcpdump digunakan untuk men-sniffer(menyadap) paket data yang lalu lintas. Dengan mengetahui paket data yang lewat itu dari IP mana dan tujuannya kemana, kita bisa melakukan identifikasi apakah ada sesuatu yang salah misalnya IP yang broadcast atau IP yang coba-coba melakukan aktifitas yang tidak benar.
Contoh : tcpdump -vv >> untuk melakukan sniffing paket.
tcpdump -i eth0 >> untuk melakukan sniffing paket pada interface eth0.
tcpdump host crazynuxer >> untuk mensniffing host crazynuxer.
Share:

Cara Membuat Kabel UTP/RJ-45

UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan juga sebuah LAN tester. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.

Ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden - Made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar.

Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan juga sebuah LAN tester. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.

Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight karena masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1 langsung. Sedangkan disebut cross karena ada persilangan pada susunan kabelnya.

1. Tipe Straight
Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe
cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (Computer to Computer) atau juga dari hub ke hub.

Tipe ini adalah yang paling mudah dibuat, karena langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya
adalah :



Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya lalu diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Kita tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, karena kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung-ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, jika lampu LED yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak menyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

LAN TESTER - alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip.


2. Tipe Cross

Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang)atau bisa dibilang type ini digunakan untuk menyambungkan 2 interface yang sama. Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”.

Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya LED 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap LED dari nomor 1 sampai 8.
Share:

Net Tools Software Monitoring Network

Sesuai judul, software ini cukup menarik bagi saya, karena tools ini memiliki fitur-fitur yang cukup banyak, yaitu :

1) IP Address Scanner
2) IP Calculator
3) IP Converter
4) Port Listener
5) Port Scanner
6) Ping
7) NetStat (2 ways)
8) Trace Route (2 ways)
9) TCP/IP Configuration
10) Online - Offline Checker
11) Resolve Host & IP
12) Time Sync
13) Whois & MX Lookup
14) Connect0r
15) Connection Analysator and protector
16) Net Sender
17) E-mail seeker
18) Net Pager
19) Active and Passive port scanner
20) Spoofer
21) Hack Trapper
22) HTTP flooder (DoS)
23) Mass Website Visiter
24) Advanced Port Scanner
25) Trojan Hunter (Multi IP)
26) Port Connecter Tool
27) Advanced Spoofer
28) Advanced Anonymous E-mailer
29) Simple Anonymous E-mailer
30) Anonymous E-mailer with Attachment Support
31) Mass E-mailer
32) E-mail Bomber
33) E-mail Spoofer
34) Simple Port Scanner (fast)
35) Advanced Netstat Monitoring
36) X Pinger
37) Web Page Scanner
38) Fast Port Scanner
39) Deep Port Scanner
40) Fastest Host Scanner (UDP)
41) Get Header
42) Open Port Scanner
43) Multi Port Scanner
44) HTTP scanner (Open port 80 subnet scanner)
45) Multi Ping for Cisco Routers
46) TCP Packet Sniffer
47) UDP flooder
48) Resolve and Ping
49) Multi IP ping
50) File Dependency Sniffer
51) EXE-joiner (bind 2 files)
52) Encrypter
53) Advanced Encryption
54) File Difference Engine
55) File Comparasion
56) Mass File Renamer
57) Add Bytes to EXE
58) Variable Encryption
59) Simple File Encryption
60) ASCII to Binary (and Binary to ASCII)
61) Enigma
62) Password Unmasker
63) Credit Card Number Validate and Generate
64) Create Local HTTP Server
65) eXtreme UDP Flooder
66) Web Server Scanner
67) Force Reboot
68) Webpage Info Seeker
69) Bouncer
70) Advanced Packet Sniffer
71) IRC server creater
72) Connection Tester
73) Fake Mail Sender
74) Bandwidth Monitor
75) Remote Desktop Protocol Scanner
76) MX Query
77) Messenger Packet Sniffer
78) API Spy
79) DHCP Restart
80) File Merger
81) E-mail Extractor (crawler / harvester bot)
82) Open FTP Scanner
83) Advanced System Locker
84) Advanced System Information
85) CPU Monitor
86) Windows Startup Manager
87) Process Checker
88) IP String Collecter
89) Mass Auto-Emailer (Database mailer; Spammer)
90) Central Server (Base Server; Echo Server; Time Server; Telnet Server; HTTP Server; FTP Server)
91) Fishing Port Scanner (with named ports)
92) Mouse Record / Play Automation (Macro Tool)
93) Internet / LAN Messenger Chat (Server + Client)
94) Timer Shutdown/Restart/Log Off/Hibernate/Suspend/ Control
95) Hash MD5 Checker
96) Port Connect - Listen tool
97) Internet MAC Address Scanner (Multiple IP)
98) Connection Manager / Monitor
99) Direct Peer Connecter (Send/Receive files + chat)
100) Force Application Termination (against Viruses and Spyware)
101) Easy and Fast Screenshot Maker (also Web Hex Color Picker)
102) COM Detect and Test
103) Create Virtual Drives
104) URL Encoder
105) WEP/WPA Key Generator
106) Sniffer.NET
107) File Shredder
108) Local Access Enumerater
109) Steganographer (Art of hiding secret data in pictures)
110) Subnet Calculater
111) Domain to IP (DNS)
112) Get SNMP Variables
113) Internet Explorer Password Revealer
114) Advanced Multi Port Scanner
115) Port Identification List (+port scanner)
116) Get Quick Net Info
117) Get Remote MAC Address
118) Share Add
119) Net Wanderer
120) WhoIs Console
121) Cookies Analyser
122) Hide Secret Data In Files
123) Packet Generator
124) Secure File Splitting
125) My File Protection (Password Protect Files, File Injections)
126) Dynamic Switch Port Mapper
127) Internet Logger (Log URL)
128) Get Whois Servers
129) File Split&Merge
130) Hide Drive
131) Extract E-mails from Documents
132) Net Tools Mini (Client/Server, Scan, ICMP, Net Statistics, Interactive, Raw Packets, DNS, Whois, ARP, Computer's IP, Wake On LAN)
133) Hook Spy
134) Software Uninstaller
135) Tweak & Clean XP
136) Steganographic Random Byte Encryption
137) NetTools Notepad (encrypt your sensitive data)
138) File Encrypter/Decrypter
139) Quick Proxy Server
140) Connection Redirector (HTTP, IRC, ... All protocols supported)
141) Local E-mail Extractor
142) Recursive E-mail Extractor
143) Outlook Express E-mail Extractor
144) Telnet Client
145) Fast Ip Catcher
146) Monitor Host IP
147) FreeMAC (MAC Address Editor)
148) QuickFTP Server (+user accounts support)
149) NetTools Macro Recorder/Player (Keybord and Mouse Hook)
150) Network Protocol Analyzer
151) Steganographic Tools (Picture, Sounds, ZIP Compression and Misc Methods)
152) WebMirror (Website Ripper)
153) GeoLocate IP
154) Google PageRank Calculator
155) Google Link Crawler (Web Result Grabber)
156) Network Adapter Binder
157) Remote LAN PC Lister
158) Fast Sinusoidal Encryption
159) Software Scanner
160) Fast FTP Client
161) Network Traffic Analysis
162) Network Traffic Visualiser
163) Internet Protocol Scanner
164) Net Meter (Bandwidth Traffic Meter)
165) Net Configuration Switcher
166) Advanced System Hardware Info
167) Live System Information
168) Network Profiler
169) Network Browser
170) Quick Website Maker and Web Gallery Creator
171) Remote PC Shutdown
172) Serial Port Terminal
173) Standard Encryptor
174) Tray Minimizer
175) Extra Tools (nmap console & win32 version)

Dan masih banyak lagi tambahan fitur-fitur lainnya yang tersedia.
untuk download bisa disini
Share:

Instalasi Moodle di ClearOS 5.2

Persiapan Instalasi
Cek dulu modul-modul berikut ini di ClearOS sudah terinstall dan sudah jalan (START)
1. Webserver
2. SQL Server

Langkah-Langkah Instalasi di ClearOS 5.2
1. Upgrade PHP ClearOS ke versi 5.2.17
#mkdir php-5.2.17
#cd php-5.2.17
#wget ftp://download.clearfoundation.com/community/timb80/php-5.2.17/*.rpm
#wget ftp://download.clearfoundation.com/community/timb80/php-5.2.17/extra/*.rpm
#yum localinstall --nogpgcheck *.rpm
#service httpd restart

2. Pembuatan Database di MySQL
- Pastikan MySQL sudah jalan.
- Masuk ke Database MySQL Server--PHP-Myadmin di webconfig ClearOS.
- Buat database moodleku
- Kemudian untuk database moodle di tab privileges, Add New User untuk admin
database moodle
user : moodledb
pass : clearos
Database for use : Grant all privileges on database "moodleku"
Global privileges (Check All)

3. Download dan ekstrak file installer moodle
- Download file moodle
#mkdir moodle-1.9.10
#cd moodle-1.9.10
#wget http://download.moodle.org/stable19/moodle-1.9.10.tgz

-Copy folder moodle ke /var/www/html
#cp -R moodle /var/www/html

4. Setup moodle
- Buat direktori
#mkdir /var/www/moodledata
#chmod 777 /var/www/moodledata

- Akses via browser ke
http://ip_ClearOS/moodle

- Pilih next-next aja dan pastikan semua dalam kondisi "pass"
- Setelah sampai pada opsi pengisian database, di isi sesuai database yg telah
dibuat untuk moodle
Type : MySQL
Host Server : ip_ClearOS
Database : moodleku
User : moodledb
Password : clearos
Table prefix : mdl_
- Setelah itu lanjutkan prosesnya
- Notifikasi untuk mendownload file config.php
Sebelum continue, Klik download file config.php,
Copy file config.php ke /var/www/html/moodle/
Setelah dicopy kembali ke Instalasi dan klik Continue
- Ada 12 tahapan dan harus "No Warning"
- Setelah sukses anda bisa akses moodle via browser dengan
URL http://ip_ClearOS/moodle
5. Akses moodle dari internet
- Moodle yang sudah jadi bisa diakses via LAN, jika diinginkan anda bisa
mengaksesnya via internet.
- Syaratnya :
1. Ada line internet dengan ip publik statis (misal speedy paket 1mb,2mb,atau 3mb)
2. Jika diinginkan domain gratis bisa daftar ke ClearCenter.
3. Buka Firewall-Incoming untuk port 80
4. Jika dapat domain dari Clearcenter bisa akses dengan cara
http://nama.poweredbyclear.com/moodle

Selengkapnya untuk setting ClearOS bisa dibaca-baca di http://clearos-indonesia.com

Untuk penggunaan dan dokumentasi moodle, silahkan merujuk ke http://moodle.org



last edited miftah
kontributor:
-andi micro
-wr yono
Share:

Followers

Total Pageviews

Definition List

Unordered List

Support